Tinggalkan komentar

Conversion Rate Sebagai Alarm Awal Performance

Conversion Rate adalah tools untuk mengukur seberapa efektif kita memanfaatkan potential traffic yang datang ke store kita. Secara umum bentuk laporan Conversion Rate adalah sbb:

  1. Jumlah Traffic In : Ini adalah jumlah traffic yang masuk kedalam store kita
  2. Jumlah Look : Ini adalah jumlah traffic yang masuk dan berkeliling melihat lihat koleksi kita
  3. Jumlah Try : Ini adalah jumlah traffic yang mencoba koleksi kita
  4. Jumlah Buy : Ini adalah jumlah traffic yang melakukan pembelian

Biasanya semakin kebawah, jumlah traffic yang pindah ke proses berikutnya akan semakin berkurang. Kemampuan memindahkan traffic dari setiap proses ini yang disebut dengan Conversion Rate.

Ukuran utama Conversion Rate yang paling sering digunakan adalah mengukur ratio jumlah traffic yang membeli dengan traffic yang masuk ke store :

(Total Traffic Buy) / (Total Traffic In) = Effective Traffic (Conversion Rate)

Hasil diatas diukur dengan percentage dimana semakin tinggi nilainya maka semakin efektif kita memanfaatkan potential traffic yang datang ke store kita.

Contoh:

Total Traffic In : 100 , Total Traffic Look : 80, Total Traffic Try : 50, Total Traffic Buy : 10

Conversion Rate nya adalah 10 / 100 = 10%

Sedangkan selisih berkurangnya traffic ini disebut dengan Customer Gap dimana sebagai seorang marketer maupun store manager kita harus berusaha mencari tau apa yang menjadi Gap bagi Customer. Dimana pada contoh diatas berarti 90% dari Traffic In tidak sampai melakukan transaksi.

Kesalahan umum pada Conversion Rate ini adalah:

  1. Tidak dihitung alias dibiarkan, kebayangkan gimana bisa benerin store nya kalo masalahnya saja ga tau
  2. Data tidak valid, sering dengan alasan sibuk staff store mengisi asal-asalan dengan slogan asal report jadi atau asal bos seneng, padahal data yang salah adalah data sampah dan ga usah kaget kalo nanti keputusan dari Head Office juga sampah
  3. Conversion Report dibuat namun tidak diikuti dengan menganalisa Trend perubahan atas Traffic baik penurunan atau kenaikan dan atau tidak mencari tahu lebih lanjut tentang Customer Gap, ini seperti tahu kapal bocor tapi tidak mau repot mencari asal kebocoran apalagi melakukan action buat nutup bocornya hasilnya? Tenggelam sudah pasti! Kapannya tergantung besar kecilnya kebocoran.

Nah gimana dengan store kita? Sudah melakukan perhitungan Conversion Rate? Atau menunggu sampai terlambat?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: